Nasi Goreng Sombong

October 30, 2008

Bila sedang tidak ada ide lauk, saya goreng saja nasinya.
Saya bilang: “Nasi goreng bapak pasti enak.”
“Bapak sombong!” kata anak-anak.
Yang jelas, nasi goreng jarang bersisa.

Bahan utama nasi sisa. Baru juga boleh, tapi hasilnya tidak selezat nasi kemarin. Kalau ingin menyantap nasi goreng sombong, tanak nasi banyak-banyak supaya ada sisa untuk digoreng besuk pagi. Bumbu utama lombok (cari lombok teropong agar bisa dibanyakkan) kira-kira dua buah/porsi. Saya selalu ambil 8 buah lombok merah besar untuk 4 porsi nasi. Bumbu lain, 2 siung bawang putih plus 3 siung bawang merah per porsi. Pasti ada yang protes, ukuran siung bawang tidak standar. Aturan dasarnya, untuk bumbu lombok, bawang merah dan bawang putih semakin banyak semakin lezat! Jadi tidak usah takut dengan ukuran siung bawang yang terlihat besar-besar di pasar. Pengalaman saya, makin besar ukurang siung, makin sedikit kadar kebumbuannya, jadi 3 siung tetap 3 siung.

Sebagai pelezat masakan, ambil terasi sepotong. Seberapa besar? Saya selalu ambil satu bungkus terasi ABC (yang dikemas dalam bungkusan kecil-kecil itu lho! sudah banyak tersedia diwarung-warung). Satung bungkus bisa untuk 6 porsi. Kalau masaknya hanya 3-4 porsi? Tetap saja satu bungkus. Lebih lezat hasilnya. Yang sulit adalah bumbu terakhir: garam secukupnya. Secukupnya di sini benar-benar harus pas. Dari sisi selera, pada dasarnya keasinan lebih lezat dari kurang asin; namun tentu kurang bagus untuk kesehatan. Yang pas-lah yang paling lezat. Kalau tidak alergi MSG, tambahkan bumbu kaldu Sasa. Saya menyebut ABC dan Sasa hanya sebagai petunjuk saja. Sembarang merek tidak masalah. Perlu perhatian: terasi dan bumbu kaldu sudah mengandung banyak garam, jadi tambahan garam harus memperhatikan ukuran potongan terasi dan bumbu kaldu yang digunakan. Terasi harus dibakar terlebih dahulu. Ukuran matang: terlihat sekitar 10% bagian sudah gosong. Semua bumbu diulek jadi satu. Anak-anak saya lebih suka tidak terlalu halus. Yang jelas, semua bagian bumbu harus merasakan pencetan munthu. Ibunya anak-anak sering tidak sabar nguleg, dia gunakan food processor, tapi buat saya, hasil uleg-an di cobek lebih lezat.

Panaskan minyak goreng dalam wajan. Kira-kira 2 sendok makan minyak goreng per porsi. Kalau pemberani, panaskan sampai agak mengepul. Ini panas betul! Masukkan dua butir telur dalam minyak panas. Aduk-aduk sampai beku dan sedikit ada gosongnya. Masukkan bumbu yang sudah diulek. Sangrai sampai matang. Ukuran matang bisa diamati dari warna bawang merahnya. Bila warna merah/ungu telah berubah menjadi kuning kecoklatan, tandanya bumbu sudah bisa dianggap matang. Jangan tergesa-gesa memasukkan nasi.Bumbu agak gosong sedikit tidak masalah. Masukkan nasi, aduk-aduk sampai bumbu merata tetap di atas api maksimum.  Karena pada dasarnya nasi telah matang sebelum digoreng, asal bumbu sudah merata, nasi goreng sudah siap disajikan.

Kalau ada, irisan tomat jelas menambah kelezatan nasi goreng. Istri saya suka menambahkan timun. Anak-anak makan nasigorengnya begitu saja. Mau coba?



2 Responses to “Nasi Goreng Sombong”

  1.   husna Says:

    wah….kayaknya enak tuh pak!

    btw, namanya beneran nasgor sombong?

  2.   prastowo Says:

    Saya jamin enak. Kalau kata tukang jahit, pilih benang kalau tidak bisa tepat betul dengan warna kainnya, pilih yang sedikit lebih tua. Untuk urusan masakan, kalau tidak bisa menakar garam dengan tepat, sedikit terlalu asin lebih lezat dari kurang asin.

Leave a Reply

Current ye@r *


+ 2 = five